Kamis, 03 Juni 2021

3.3.a.10 Rancangan Aksi Nyata

 LATAR BELAKANG

Budaya literasi sekolah sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui literasi sekolah, cakrawala berpikir murid akan terbuka dan menyerap banyak ilmu pengetahuan. Buletin sekolah dan  Digital Library yang mana kondisi murid saat ini yang sudah terbiasa dengan media interaktif dapat membantu program sekolah. Karena pelaksanaan yang masih terkendala. maka digunakan media yang sudah ada dan tidak harus berfokus pada kondisi Luring atau tatap muka . Program lIterasi sangat luas hingga murid kan dapar berkembang kompetensi literasinya

TUJUAN

1.     Berkembangnya minat baca murid

2.     Meningkatnya kemampuan literasi digital murid

3.     Mengembangkan kemampuan murid untuk berpikir kritis dan mampumengolah kemampuan komunikasi secara efektif dan merujuk kepada profil pelajar pancasila

TOLAK UKUR

Buletin sekolah dapat dibuat secara berkala dan bisa juga diakses melalui digital library melalui website sekolah sehigga minat baca murid dapat berkembang,kemampuan literasi digital murid pun akan meningkat serta memiliki karakter profil pelajar pancasila

Linimasa tindakan yang akan dilakukan

Adapun Linimasa tindakan yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut

                                     Menghadap kepada Kepala Sekolah untuk mempersentasikan rancangan program aksi                              nyata yang akan dilaksanakan .

          Buat pertanyaan (wawancara)

          Ambil pelajaran  dengan sosialisasi Program CGP SMP Negeri 4 Polewali kepada guru dan stake holder

          Gali Mimpi

          Jabarkan rencana dengan Membuat jadwal pelaksanaan program aksi nyata

          Atur eksekusi yaitu Tahap pelaksanaan : 3 minggu

          Tahap evaluasi dan laporan  2hari

  Dukungan yang dibutuhkan

Bahan : Laptop, printer

Semua stake holder  diharapkan dapat memberi  dukungan dalam pembuatan  Buletin Sekolah dan Digital Library Sebagai Bentuk Gerakan Budaya Literasi

Serta melibatkan komunitas masyarakat dan orang tua

 

Selasa, 04 Mei 2021

3.3.a.6 Refleksi Terbimbing-Pengelolaan Program Yang Berdampak Pada Murid

 

  1. Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid? 
  2. Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 
  3. Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?           

                                                                    Jawaban

  1.  Yang menarik bagi saya setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid yaitu bentuk-bentuk program sekolah, tahapan membuat program, perencanaan proses program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan strategi MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting) dan manajemen resiko dari sebuah program yang berdampak pada murid serta semua tahapan tersebut harus melalui konsep BAGJA sebagai kontekstualisasi dari konsep 5D ( Define, Discovery, Dream, Design, Destiny/Deliver
  2. Hal-hal baru yang saya temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid yaitu Prinsip Dasar yang digunakan sebagai pedoman

  •  Mengapa perlu melakukan monitoring dan evaluasi?
  • Prinsip-prinsip dalam melakukan monitoring dan evaluasi
  • Menentukan program atau proyek yang perlu di monitor
  • Menentukan siapa saja yang terlibat dalam setiap tahapan monitoring dan evaluasi
  • Menentukan topik kunci dan pertanyaan untuk melakukan investigasi
  • mengklarifikasi sasaran, tujuan, aktivitas, dan langkah-langkah untuk berubah
  • Mengidentifikasi informasi yang perlu diketahui
  • Memutuskan bagaimana informasi yang diperoleh
  • menilai pengaruh atau kontribusi kegiatan terhadap dampak atau outcome yang dapat diobservasi
  • Menganalisis dan menggunakan informasi
  • Menjelaskan data
  • Etika dan proteksi data

Empat Tingkat Model dalam merancang kerangka pembelajaran

  • Fact (Fakta)
  • Feeling ( Perasaan)
  • Finding (Temuan)
  • Future ( Masa Depan)

Manajemen Risiko merupakan hal yang baru yang saya temukan karena risiko tidak dapat dihindari tetapi dapat dikelola dan dikendalikan karena apabila risiko tidak dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan kerugian serta hambatan sehingga program sekolah yang berdampak pada murid yang telah direncanakan tidak berjalan dengan baik, begitupula sebaliknya apabila risiko dapat dikelola dengan baik maka sekolah dapat meminalisir segala kerugian yang dapat menghambat jalannya program sekolah yang telah direncanakan.

Tipe risiko 

  • Risiko strategis
  • Risiko keuangan
  • Risiko operasional
  • Risiko pemenuhan
  • Risiko reputasi

Tahapan manajemen risiko yaitu

  • Identifikasi jenis risiko
  • Pengukuran risiko
  • melakukan strategi dalam pengendalian risiko
  • melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan

3. Perubahan yang akan saya lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini yaitu

  1. Saya harus mampu memahami dan mengaplikasikan bentuk-bentuk program sekolah yang berdampak pada murid
  2. Saya harus mampu mengidentifikasi tahapan membuat program sekolah yang berdampak pada murid
  3. Saya harus mampu memahami dan mengimplementasikan proses perencanaan program sampai dengan pelaporan dengan menggunakan tahapan BAGJA, strategi MELR dan mengidentifikasi manajemen risiko dari setiap program sekolah yang berdampak pada murid nantinya

Senin, 03 Mei 2021

3.3.a.4.2. Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi Kasus 1

 




3.3.a.4.2. Eksplorasi Konsep - Forum Diskusi Kasus 1

Pada awal tahun 2020, sebuah sekolah di Jogjakarta melakukan kegiatan pramuka yang berakhir tragis. Tercatat lima korban meninggal karena tenggelam saat mengikuti kegiatan susur sungai. 

Bagaimanakah pendapat Anda tentang kasus tersebut jika dikaitkan dengan manajemen risiko? 

Dengan pengetahuan yang Anda dapat dari tahapan Eksplorasi Konsep – Mandiri, bagaimana Anda akan mengatur ulang pelaksanaan program di sekolah dalam kasus di atas? Jelaskan tahap demi tahap yang akan Anda lakukan. 

Jawaban

1.      Resiko dalam sebuah program kegiatan merupakan sebuah langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang kemungkinan besar dapat terjadi, termasuk dalam hal ini kegiatan Pramuka yang diadakan. Oleh karena itu, sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan wajib melakukan rangkaian analisis dan metodologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengendalikan dan mengevaluasi resiko yang mungkin timbul dari pelaksanaan program sekolah seperti halnya kegiatan Kepramukaan. Resiko adanya korban meninggal dalam suatu kegiatan misalnya Pramuka tidak dapat dihindari begitu saja tetapi dapat dikelola dan dikendalikan karena apabila resiko tidak dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan kerugian serta hambatan, sehingga program sekolah seperti Pramuka yang telah direncanakan tidak berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya apabila resiko dapat dikelola dengan baik maka sekolah dapat meminimalisir segala kerugian maupun korban yang dapat menghambat jalannya program sekolah yang telah direncanakan seperti Pramuka.



a.       Resiko Strategis


Resiko yang berpengaruh terhadap kemampuan organisasi Pramuka mencapai tujuan yang diharapkan

b.      Resiko Keuangan

Resiko yang mungkin akan berakibat membengkaknya biaya kegiatan Pramuka

c.       Resiko Operasional

Resiko yang berdampak pada pengelolaan kegiatan Pramuka

d.      Resiko Pemenuhan

Resiko yang berdampak pada kemampuan proses dan prosedur internal untuk memenuhi hokum dan peraturan yang berlaku apalagi adanya korban dari kegiatan yang bisa menimbulkan pro dan kontra serta evaluasi kegiatan pramuka

e.       Resiko reputasi

Resiko yang akan berdampak pada nama baik sekolah karena adanya korban sehingga menjadi perhatian dan kekecewaan terhadap control dan manajemen kegiatan Pramuka

 

2.      Adapun tahapan manajemen resiko  yang akan dilakukan yaitu:

1.      Mengidentifikasi Jenis Resiko yang bisa muncul

2.      Pengukuran resiko

3.      Melakukan strategi dalam pengendalian resiko dengan membentuk kepanitiaan mulai dari penanggung jawab dan koordinator masing-masing program

4.      Melakukan evaluasi terus-menerus atau secara berkala, maju dan berkelanjutan sehingga dalam setiap program sekolah yang dilaksanakan dapat lebih baik dan mengalami perubahan atau peningkatan dari kegiatan sebelumnya.


Minggu, 02 Mei 2021

3.3.a.3 MULAI DARI DIRI-PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

Mulai dari Diri

Question #1

1

Response is required
Response is required

Program sekolah yang berdampak pada murid adalah program sekolah yang bertujuan untuk mewujudkan terciptanya profil pelajar pancasila, mengembangkan hasil belajar murid yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi dan karakter, sedangkan guru dan Kepala Sekolah harus menciptakan lingkungan sekolah yang bisa memaksimalkan potensi para murid, program sekolah juga harus bisa mengikuti kemampuan masing-masing anak yang berbeda-beda dan mengikuti level kompetensi anak. Mampu menjalankan proses pembelajaran aktif dan berpusat pada murid 

Question #2

2

Response is required
Response is required

Sekolah dalam hal ini telah berupaya untuk memaksimalkan potensi aset yang dimiliki sekolah, selalu berupaya untuk mewujudkan terciptanya profil pelajar pancasila dengan didukung oleh budaya positif sekolah, menerapkan praktik baik dalam pembelajaran dengan hasil yang berdampak pada murid, berpusat pada murid dan pengembangan holistik  serta menciptakan lingkungan sekolah yang bisa memaksimalkan potensi para murid.

Question #3

3

Response is required
Response is required

Yang ingin saya ketahui lebih lanjut tentang program yang berdampak pada murid yaitu:

1. Bentuk-bentuk program sekolah yang berdampak pada murid

2. tahapan-tahapan dalam membuat program sekolah yang berdampak pada murid

3. Proses perencanaan program sampai dengan menggunakan strategi MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning dan Reporting)

Berikan tanggapan Anda dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang Anda miliki selama ini tentang program sekolah.  Saat memberikan tanggapan dan urun pengalaman, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut

  1.  Uraikan tanggapan Anda secara jelas sesuai dengan pertanyaan pemantik yang diajukan;

Setelah Anda memberikan tanggapan, utarakanlah di bawah ini apa yang menjadi harapan  Anda setelah mempelajari modul ini.


Question #4

4

Response is required
Response is required

Harapan saya sebagai calon guru penggerak dalam memaksimalkan potensi sekolah untuk dijadikan program sekolah yang berdampak pada murid yaitu 

1. Saya mampu memahami bentuk-bentuk program sekolah yang berdampak pada murid

2. Saya mampu mengidentifikasi tahapan membuat program sekolah yang berdampak pada murid

3.  Saya mampu memahami dan menerapkan proses perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid dengan menggunakan strategi MELR


Question #5

5

Response is required
Response is required

Pengetahuan, pengalaman dan manfaat yang ingin saya dapatkan dari modul ini yaitu

1. Bagaimana nantinya saya bisa melakukan dan memanfaatkan potensi aset yang dimiliki sekolah

2. Bagaimana nantinya saya mampu untuk memiliki pengetahuan dalam membuat program sekolah yang berdampak pada murid

3. Bagaimana nantinya saya mampu mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang ada dalam materi modul ini sehingga ada perubahan yang signifikan dalam upaya mengembangkan kompetensi yang saya miiliki.

Sabtu, 24 April 2021

3.2.a.5.2 Ruang Kolaborasi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 


Aset Polewali Mandar Kelompok 2

Ruang Kolaborasi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya 3.2.a.5.2

Dapat dilihat pada link dibawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1Dyl4lHSIUxfyaq9lFefYPJkmhrmil6A5/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1pwG3CeVn6Rq5P_vM96r6tCDAfJzfxPsT/view?usp=sharing

https://youtu.be/qeY-l_mfVxM

Salam dan Bahagia

3.2.a.7. Refleksi Terbimbing - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya



3.2.a.7. Refleksi Terbimbing - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Question #1

1

Response is required
Response is required

Yang menarik dari proses dan hasil pemetaan tentang sumber daya di daerah untuk sekolah saya dapat dilihat pada link berikut 

https://m.youtube.com/watch?v=Z66GouzRM0M&feature=youtu.be

Question #2

2

Response is required
Response is required

pola pikir yang saya pikirkan sebelum mempelajari modul ini yaitu menggunakan pendekatan aset yang dimiliki sekolah untuk dipergunakan dengan sebaik mungkin sehingga menciptakan perubahan sekolah kami ke arah yang lebih baik

Question #3

3

Response is required
Response is required

Tentunya ada perubahan yaitu pengelolaan aset memiliki standar operasional dan ada target serta tujuan yang ingin dicapai dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, perbedaannya jika sebelumnya hanya melalui pendekatan masalah sekarang berbalik ke pendekatan aset yang dimiliki sekolah karena dengan memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah tentunya akan ada perubahan mindset dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah

Question #4

4

Response is required
Response is required

Yang perlu saya lakukan jika saya terus berpikir dengan pendekatan berbasis aset yaitu terus mengembangkan dan meningkatkan aset yang dimiliki sekolah, tentunya ada perencanaan, target, tujuan yang ingin dicapai dan selalu dilakukan evaluasi kinerja peningkatan aset sehingga di masa yang akan datang akan terus ada perubahan yang signifikan menuju sekolah yang bermutu.

Question #5

5

Response is required
Response is required

Yang bisa menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini terkait pembelajaran lalu yaitu perubahan dan peningkatan mutu pendidikan dengan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi diri dengan cara menggunakan metode dan pendekatan yang bervariatif, kompetensi lulusan yang berimtaq, berprestasi, berwawasan lingkungan dan kewirausahaan. Dan pada akhirnya saya harus mampu menerapkan ilmu yang saya dapatkan dari beberapa modul, filosofi KHD, Profil Belajar Pancasila, Pembelajaran Berdiferensiasi, KSE, Praktek Coaching, Pemimpin pembelajaran  dll

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

7 ASET UTAMA PENGEMBANGAN SEKOLAH

-      Apa yang kami kuasai?

Yang kami kuasai adalah Pengelolaan aset di sekolah yang mana selalu kami kembangkan dan tingkatkan serta adanya evaluasi kinerja dari pengelolaan aset tersebut

-      Apa yang paling kami banggakan dari sekolah ini? Dari murid-murid kami?

Yang paling kami banggakan dari sekolah adalah selalu ada target yang ingin dicapai, ada perubahan yang signifikan terkait pembinaan bakat dan minat murid-murid kami baik akademik maupun non akademik

-      Apa yang membuat kami unik?

Yang membuat kami unik adalah sekolah kami berbeda dengan sekolah lain karena selalu berupaya selangkah lebih maju dari sekolah lain
-       Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar?

Kekuatan hubungan emosional dan pendekatan yang persuasive terhadap komunitas yang ada di sekitar kami, selalu berkolaborasi dan bekerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
-  Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?

Yang telah sekolah lakukan adalah pengelolaan 7 modal aset sekolah dan mutu pendidikan sekolah yang unggul (Akreditasi A). Unggul dalam karakter, prestasi, sekolah kami juga adalah Adiwiyata Nasional Tahun 2016, Pengelolaan Dana BOS terbaik nasional tahun 2018 dan masih banyak segudang prestasi lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Berikut ini penjabaran aset pengembangan sekolah kami

Sekilas Profil SMP Negeri 4 Polewali

SMP Negeri 4 Polewali terletak di Jl HOS Cokroaminoto No 1  Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, berdiri sejak tahun 1981. Sejak tanggal 6 Agustus  2020 berada dibawah kepemimpinan bapak Kamaluddin, S.Pd, M.Pd yang merupakan Kepala Sekolah ke 10 sejak berdirinya. SMP Negeri 4 Polewali pada bulan November 2020 kembali mempertahankan Akreditasi Unggul (A). SMP negeri 4 Polewali memiliki potensi yang luar biasa sehingga mudah untuk dikelola dengan sebaik mungkin.

1.    Modal Manusia

SMP Negeri 4 Polewali memiliki Tenaga Pendidik sejumlah 42 orang

Tenaga Kependidikan 12 Orang

Memiliki Pendidikan S1 dan S2 dan 27 diantaranya sudah sertifikasi

Menguasai TIK

Membagi Fraksi yaitu Fraksi Kurikulum, Fraksi Sarana Prasarana, Fraksi Kesiswaan dan Humas.

Kami sering melakukan pelatihan (workshop) peningkatan kompetensi guru

2.    Modal Sosial

Adanya sanggar tari

Komunitas Literasi

Organisasi-organisasi sekolah (Rohis, Pramuka, PMR)

Komunitas Masyarakat

Hubungan sosial (Komite Sekolah)

3.    Modal Fisik

Bangunan

-          Luas Tanah 2 Ha

-          Dengan batas-batas sebagai berikut :

 

-          Sebelah Utara      : JL. Hos Cokroaminoto No.1 Pekkabata

-          Sebelah Timur      : Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kec. Polewali

-          Sebelah Selatan   : 1) Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan

-                                               2) Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Polewali

-          Sebelah Barat      : Rumah Penduduk

-          Terdiri dari 24 RKB, dalam tiap tingkatan

-          Perpustakaan

-          Laboratorium IPA

-          Laboratorium Komputer

-          Ruang Keterampilan

-          Ruang Pramuka

-          Ruang PMR/UKS

-          Ruang OSIS

-          Mushollah

-          Tempat Parkir

-          Kantin Kejujuran

Infrastruktur

-          Lapangan Olahraga

-          Komputer

-          Alat-alat olahraga

-          Alat-alat IPA

-          Alat Peraga Matematika

-          Wifi

-          LCD

4.    Modal Lingkungan Alam

Potensi yang dimiliki sekolah kami yaitu pengolahan sampah rerumputan dan dedaunan dicampur dengan kotoran kambing kemudian menghasilkan pupuk kandang yang kami namai Bokashi (Bahan Organik Kaya sumber hayati). Yang mana hasil penjualan tersebut bisa mendanai kegiatan yang ada di sekolah kami. Kami juga memiliki pembibitan ikan lele dan mujair yang bisa panen selama 3 bulan dan hasilnya bisa dinikmati oleh stake holder sekolah inilah asset yang sangat berharga yang dimiliki sekolah kami

5.    Modal Finansial

Terdiri dari

-          Dana Bos

-          Bank Sampah

-          Penjualan Pupuk Kandang

-          Penjualan Ikan Lele dan Mujair

6.    Modal Politik

-          Berkolaborasi dengan Babinsa

-          Berkolaborasi dengan Polres Polewali Mandar untuk membina Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

-          Bekerjasama dengan PKM setempat untuk membina PMR/UKS SMP Negeri 4 Polewali

-          Bekerjasama dengan Pusdiklatcab dan Kwarran Polewali Untuk membina peserta didik dalam hal kepramukaan

-          Anggota Komisi Pendidikan DPRD Kabupaten yang memberikan kuota internet untuk peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran daring

7.    Modal Agama dan Budaya

Rohis kami membina anak-anak membaca tulis alquran, kaligrafi, tilawah

Dalam hal kebudayaan ada komunitas seni dan budaya parrawana dan calong bekerjasama dengan pariwisata sebagai bentuk pelestarian budaya Polewali Mandar

Sesungguhnya setiap komunitas memiliki kearifan lokal, dalam budaya masyarakat Mandar kita mengenal pappasang yang merupakan acuan dalam hidup dan kehidupan masyarakatnya yang sarat dengan nilainilai keagamaan dan kemanusiaan. Pappasang adalah bentuk dari atau cara seseorang menyampaikan dan mentransfer nilai-nilai keagamaan yang menjadi acuan kehidupan masyarakat melalui bahasa tutur (bahasa lisan). Inilah yang selalu diterapkan SMP negeri 4 Polewali dalam bidang agama dan budaya.

Salam dan Bahagia

 



3.3.a.10 Rancangan Aksi Nyata

 LATAR BELAKANG Budaya literasi sekolah sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui literasi sekolah, cakrawala berpikir murid akan terbuka da...