Sabtu, 24 April 2021

3.2.a.5.2 Ruang Kolaborasi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 


Aset Polewali Mandar Kelompok 2

Ruang Kolaborasi-Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya 3.2.a.5.2

Dapat dilihat pada link dibawah ini :

https://drive.google.com/file/d/1Dyl4lHSIUxfyaq9lFefYPJkmhrmil6A5/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1pwG3CeVn6Rq5P_vM96r6tCDAfJzfxPsT/view?usp=sharing

https://youtu.be/qeY-l_mfVxM

Salam dan Bahagia

3.2.a.7. Refleksi Terbimbing - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya



3.2.a.7. Refleksi Terbimbing - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

Question #1

1

Response is required
Response is required

Yang menarik dari proses dan hasil pemetaan tentang sumber daya di daerah untuk sekolah saya dapat dilihat pada link berikut 

https://m.youtube.com/watch?v=Z66GouzRM0M&feature=youtu.be

Question #2

2

Response is required
Response is required

pola pikir yang saya pikirkan sebelum mempelajari modul ini yaitu menggunakan pendekatan aset yang dimiliki sekolah untuk dipergunakan dengan sebaik mungkin sehingga menciptakan perubahan sekolah kami ke arah yang lebih baik

Question #3

3

Response is required
Response is required

Tentunya ada perubahan yaitu pengelolaan aset memiliki standar operasional dan ada target serta tujuan yang ingin dicapai dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah, perbedaannya jika sebelumnya hanya melalui pendekatan masalah sekarang berbalik ke pendekatan aset yang dimiliki sekolah karena dengan memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah tentunya akan ada perubahan mindset dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah

Question #4

4

Response is required
Response is required

Yang perlu saya lakukan jika saya terus berpikir dengan pendekatan berbasis aset yaitu terus mengembangkan dan meningkatkan aset yang dimiliki sekolah, tentunya ada perencanaan, target, tujuan yang ingin dicapai dan selalu dilakukan evaluasi kinerja peningkatan aset sehingga di masa yang akan datang akan terus ada perubahan yang signifikan menuju sekolah yang bermutu.

Question #5

5

Response is required
Response is required

Yang bisa menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini terkait pembelajaran lalu yaitu perubahan dan peningkatan mutu pendidikan dengan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi diri dengan cara menggunakan metode dan pendekatan yang bervariatif, kompetensi lulusan yang berimtaq, berprestasi, berwawasan lingkungan dan kewirausahaan. Dan pada akhirnya saya harus mampu menerapkan ilmu yang saya dapatkan dari beberapa modul, filosofi KHD, Profil Belajar Pancasila, Pembelajaran Berdiferensiasi, KSE, Praktek Coaching, Pemimpin pembelajaran  dll

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

7 ASET UTAMA PENGEMBANGAN SEKOLAH

-      Apa yang kami kuasai?

Yang kami kuasai adalah Pengelolaan aset di sekolah yang mana selalu kami kembangkan dan tingkatkan serta adanya evaluasi kinerja dari pengelolaan aset tersebut

-      Apa yang paling kami banggakan dari sekolah ini? Dari murid-murid kami?

Yang paling kami banggakan dari sekolah adalah selalu ada target yang ingin dicapai, ada perubahan yang signifikan terkait pembinaan bakat dan minat murid-murid kami baik akademik maupun non akademik

-      Apa yang membuat kami unik?

Yang membuat kami unik adalah sekolah kami berbeda dengan sekolah lain karena selalu berupaya selangkah lebih maju dari sekolah lain
-       Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar?

Kekuatan hubungan emosional dan pendekatan yang persuasive terhadap komunitas yang ada di sekitar kami, selalu berkolaborasi dan bekerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
-  Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?

Yang telah sekolah lakukan adalah pengelolaan 7 modal aset sekolah dan mutu pendidikan sekolah yang unggul (Akreditasi A). Unggul dalam karakter, prestasi, sekolah kami juga adalah Adiwiyata Nasional Tahun 2016, Pengelolaan Dana BOS terbaik nasional tahun 2018 dan masih banyak segudang prestasi lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Berikut ini penjabaran aset pengembangan sekolah kami

Sekilas Profil SMP Negeri 4 Polewali

SMP Negeri 4 Polewali terletak di Jl HOS Cokroaminoto No 1  Pekkabata Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, berdiri sejak tahun 1981. Sejak tanggal 6 Agustus  2020 berada dibawah kepemimpinan bapak Kamaluddin, S.Pd, M.Pd yang merupakan Kepala Sekolah ke 10 sejak berdirinya. SMP Negeri 4 Polewali pada bulan November 2020 kembali mempertahankan Akreditasi Unggul (A). SMP negeri 4 Polewali memiliki potensi yang luar biasa sehingga mudah untuk dikelola dengan sebaik mungkin.

1.    Modal Manusia

SMP Negeri 4 Polewali memiliki Tenaga Pendidik sejumlah 42 orang

Tenaga Kependidikan 12 Orang

Memiliki Pendidikan S1 dan S2 dan 27 diantaranya sudah sertifikasi

Menguasai TIK

Membagi Fraksi yaitu Fraksi Kurikulum, Fraksi Sarana Prasarana, Fraksi Kesiswaan dan Humas.

Kami sering melakukan pelatihan (workshop) peningkatan kompetensi guru

2.    Modal Sosial

Adanya sanggar tari

Komunitas Literasi

Organisasi-organisasi sekolah (Rohis, Pramuka, PMR)

Komunitas Masyarakat

Hubungan sosial (Komite Sekolah)

3.    Modal Fisik

Bangunan

-          Luas Tanah 2 Ha

-          Dengan batas-batas sebagai berikut :

 

-          Sebelah Utara      : JL. Hos Cokroaminoto No.1 Pekkabata

-          Sebelah Timur      : Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kec. Polewali

-          Sebelah Selatan   : 1) Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan

-                                               2) Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Polewali

-          Sebelah Barat      : Rumah Penduduk

-          Terdiri dari 24 RKB, dalam tiap tingkatan

-          Perpustakaan

-          Laboratorium IPA

-          Laboratorium Komputer

-          Ruang Keterampilan

-          Ruang Pramuka

-          Ruang PMR/UKS

-          Ruang OSIS

-          Mushollah

-          Tempat Parkir

-          Kantin Kejujuran

Infrastruktur

-          Lapangan Olahraga

-          Komputer

-          Alat-alat olahraga

-          Alat-alat IPA

-          Alat Peraga Matematika

-          Wifi

-          LCD

4.    Modal Lingkungan Alam

Potensi yang dimiliki sekolah kami yaitu pengolahan sampah rerumputan dan dedaunan dicampur dengan kotoran kambing kemudian menghasilkan pupuk kandang yang kami namai Bokashi (Bahan Organik Kaya sumber hayati). Yang mana hasil penjualan tersebut bisa mendanai kegiatan yang ada di sekolah kami. Kami juga memiliki pembibitan ikan lele dan mujair yang bisa panen selama 3 bulan dan hasilnya bisa dinikmati oleh stake holder sekolah inilah asset yang sangat berharga yang dimiliki sekolah kami

5.    Modal Finansial

Terdiri dari

-          Dana Bos

-          Bank Sampah

-          Penjualan Pupuk Kandang

-          Penjualan Ikan Lele dan Mujair

6.    Modal Politik

-          Berkolaborasi dengan Babinsa

-          Berkolaborasi dengan Polres Polewali Mandar untuk membina Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

-          Bekerjasama dengan PKM setempat untuk membina PMR/UKS SMP Negeri 4 Polewali

-          Bekerjasama dengan Pusdiklatcab dan Kwarran Polewali Untuk membina peserta didik dalam hal kepramukaan

-          Anggota Komisi Pendidikan DPRD Kabupaten yang memberikan kuota internet untuk peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran daring

7.    Modal Agama dan Budaya

Rohis kami membina anak-anak membaca tulis alquran, kaligrafi, tilawah

Dalam hal kebudayaan ada komunitas seni dan budaya parrawana dan calong bekerjasama dengan pariwisata sebagai bentuk pelestarian budaya Polewali Mandar

Sesungguhnya setiap komunitas memiliki kearifan lokal, dalam budaya masyarakat Mandar kita mengenal pappasang yang merupakan acuan dalam hidup dan kehidupan masyarakatnya yang sarat dengan nilainilai keagamaan dan kemanusiaan. Pappasang adalah bentuk dari atau cara seseorang menyampaikan dan mentransfer nilai-nilai keagamaan yang menjadi acuan kehidupan masyarakat melalui bahasa tutur (bahasa lisan). Inilah yang selalu diterapkan SMP negeri 4 Polewali dalam bidang agama dan budaya.

Salam dan Bahagia

 



Sabtu, 10 April 2021

3.1.a.8 Koneksi Antar Materi - Rangkuman Koneksi Antar Materi

 

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Pratap Triloka adalah konsep pendidikan yang digagas oleh KHD, konsep ini yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Berdasarkan filosofi pendidikan KHD yaitu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. Oleh sebab itu peran sebagai pemimpin pembelajaran adalah menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselematan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Nilai-nilai luhur dalam pratap triloka dapat dimaknai sesuai konteks yang ada. Pemimpin pembelajaran memiliki opsi dalam pengambilan keputusan hendaknya mempertimbangkan keteladanan, jiwa penyemangat, motivator,dan juga aspek memberikan dukungan sehingga keputusan yang diambil bebas dari bujukan moral bahkan memberikan rasa aman,damai, bahagia,tenteram dalam belajar. Memaknai pratap triloka dan memanifestasikannya dalam pembelajaran terutama dalam pengambilan keputusan, harapannya untuk mewujudkan cita-cita KHD yaitu pendidikan yang memerdekakan.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita yaitu Mandiri, Reflekti, Kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid yang diharapkan dalam menuntun segala potensi yang dimiliki murid sehingga memiliki pengalaman belajar di masa yang akan dating dan menjadi profil belajar pancasila.

Ada 3 prinsip yang sering kali membantu dalam mengambil pilihan-pilihan penuh tantangan yang harus dihadapi yaitu berpikir pada berbasis hasil akhir,berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli. Jadi seorang guru dalam mendidik murid-muridnya harus mampu melakukan perannya dengan bijaksana, melakukan pengambilan keputusan berpengaruh sangat tajam pada prinsip yang akan dipakai dalam memutuskan sesuatu terutama terkait pengambilan keputusan dalam dilemma etika.

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Coaching adalah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kinerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri dan pertumbuhan dari coachee, sebagai seorang pemimpin pembelajaran pastinya kita sering dihadapkan dalam situasi di mana kita diharapkan dapat mengambil suatu keputusan. Kemudian langkah-langkah awal yang dilakukan untuk memulai mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu kita harus memperhatikan apakah kasus tersebut termasuk dalam dilemma etika atau bujukan moral. Setelah mengidentiikasi kasus apakah dilemma etika atau bujukan moral, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam pengambilan keputusan.

4 paradigma yang terjadi pada situasi dilemma etika yaitu individu vs masyarakat, rasa keadilan vs rasa kasihan, kebenaran vs kesetiaan, Jangka pendek vs jangka panjang.

3 prinsip pengambilan keputusan yaitu

-      Berpikir moral berbasis hasil akhir

-      Berpikir berbasis peraturan

-      Berpikir berbasis rasa peduli

9 langkah pengambilan keputusan

Coaching diperlukan karena murid  adalah sosok yang merdeka, sosok yang dapat menentukan arah dan tujuan pembelajarannya serta meningkatkan potensinya sendiri. Mereka hanya memerlukan dorongan dan arahan dari guru sebagai pemimpin pembelajaran untuk melejitkan atau meningkatkan potensi. Pemimpin pembelajaran terkadang ingin untuk membantu permasalahan guru secara langsung dengan memberikan solusi dan nasehat. Dengan keterampilan coaching harapannya anak menjadi lebih terarah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri yang dapat meningkatkan potensi mereka.

Pada proses pengambilan keputusan ada 5 uji yang harus dilalui untuk menentukan pengambilan keputusan yaitu uji benar dan salah, uji legal, uji regulasi, uji professional, uji intuisi, uji halaman depan Koran dan uji panutan/idola. Pemimpin pembelajaran yang sukses diharapkan dapat menerapkan diri sebagai coach agar menjadi murid merdeka baik mengambil keputusan secara merdeka, merdeka dalam belajar maupun merdeka dalam menentuka arah hidupnya di masa mendatang dengan mempertimbangkan berbagai uji diatas pada saat proses pengambilan keputusan.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Pengambilan keputusan oleh pemimpin pembelajaran sangat bergantung pada nilai dan kemampuan pribadinya termasuk menentukan permasalahan apakah termasuk dilemma etika atau bujukan moral.Kemudian mengidentifikasi permasalahan tersebut. Pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan yang bermuatan masalah disarankan melakukannya melalui 9 langkah pengambilan keputusan dengan memperhatikan pengujian 4 paradigma dan 3 prinsip pengambilan keputusan.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan suatu alternatif untuk memastikan keberlangsungan suatu lembaga, sekolah atau kelas terutama demi terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Jika suasana ini dapat tercipta di sekolah, maka suasana di lingkungan sekolah sangat kondusif untuk menumbuh-kembangkan potensi anak karena anak dapat mengekspresikan dirinya secara leluasa sesuai dengan dunianya.
Di samping itu, penciptaan lingkungan yang bersih, akses air minum yang sehat, bebas dari sarang kuman, dan gizi yang memadai merupakan faktor yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam proses tersebut pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan factor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Dan tetap memperhatikan pengujian 4 paradigma dan 3 prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah pengambilan keputusan.

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan di lingkungan saya yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan yaitu pengujian paradigma benar atau salah yang dipakai, pertimbangan saya dalam pengambilan keputusan kemudian empat paradigm yang dapat  terjadi yaitu individu vs masyarakat, individu vs community,  rasa keadilan vs rasa kasihan, justice vs mercy serta kebenaran lawan kesetiaan. Kesulitan yang saya hadapi juga dapat dilihat dari perubahan paradigma dan saya selalu merasa tertantang untuk mahir dan piawai dalam menganalisis permasalahan yang ada sehingga saya mampu mengambil keputusan yang paling tepat walaupun ada dilemma etika.

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Pengaruh pengambilan keputusan yang diambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid yaitu keberpihakan pada murid untuk membuat bahagia, nyaman serta selamat. Asas Pratap Triloka adalah hal-hal yang sesuai dengan pemikiran filosofis KHD, bila guru selaku pemimpin pembelajaran selalu mengedepankan hal tersebut dalam proses pengambilan keputusan.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran yang bijak akan mengutamakan kepentingan murid-muridnya dalam pengambilan keputusan, dia juga akan memilih alat atau cara  yang tepat secara tidak langsung murid melihat, meneladani apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin pembelajaran dan secara otomatis murid merasa termotivasi dan didukung sehingga mereka berpotensi untuk memiliki masa depan yang gemilang nantinya.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Sudah delapan modul yang telah dipelajari dalam program pendidikan Guru penggerak ini, yang mana kesemuanya itu saling memiliki keterkaitan satu sama lain yaitu pemikiran filosofi KHD, nilai dan peran guru penggerak, inquiry apresiatif, budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi, kompetensi sosial emosional, Caching dan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

Nah keterkaitannya yaitu pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran sangat krusial dan penting dalam proses pembelajaran murid. Karena keputusan yang diambil termasuk prosesnya pasti mempengaruhi situasi di setiap stake holder di sekolah terutama untuk murid. Seorang pemimpin pembelajaran yang baik harus memahami pemikiran filosofi KHD, nilai dan peran guru penggerak, mampu menerapkan budaya positif di sekolah, dalam pengajaran pemimpin pembelajaran juga harus mampu melakukan pembelajaran berdiferensiasi dan KSE, mampu mempraktekkan Coaching dalam setiap permasalahan yang dihadapi dan mampu mengambil keputusan yang tepat.

 Salam dan Bahagia

3.3.a.10 Rancangan Aksi Nyata

 LATAR BELAKANG Budaya literasi sekolah sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui literasi sekolah, cakrawala berpikir murid akan terbuka da...