Jawaban Modul 1.1.9.a Pendidikan Guru Penggerak
- Apa yang saya percaya tentang
murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?
- Apa yang berubah dari
pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul ini?
- Apa yang bisa segera saya
terapkan lebih baik agar kelas saya mencerminkan pemikiran KHD?
1. Sebelum saya
mempelajari modul 1.1, saya percaya tentang peserta didik dan pembelajaran di
kelas selalu semangat dan antusias dalam
mengikuti proses pembelajaran, dan para peserta didik menikmati proses belajar
yang dijalaninya tersebut. Peserta didik dalam menerima materi pembelajaran dan
cara guru menerangkan tidak sesuai dengan perkembangan peserta didik, karena di
dalamnya banyak perbedaan karakter didalamnya sehingga dalam proses
pembelajaran sebagai seorang guru harus bisa menggunakan metode dan pendekatan yang
berbeda terhadap peserta didik.
2. Yang berubah dari pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul 1.1 adalah perubahan paradigma yang dapat dilihat pada kegiatan yang dilakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud adalah menerapkan Merdeka belajar yang berorientasi pada siswa atau peserta didik melalui pendekatan pendidikan yang holistik. Saya juga mulai mengimplementasikan pembelajaran budaya lokal sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Saya berpendapat bahwa tolak ukur keberhasilan seorang guru itu bukan ditentukan oleh kepala sekolah maupun orangtua, tapi justru oleh peserta didik. Keberhasilan guru utamanya tercermin pada perubahan positif yang dialami oleh peserta didiknya. Perubahan positif itu bisa jadi macam-macam indikatornya, dari mulai pemahaman murid akan materi pelajaran, rasa antusias murid dalam mengikuti proses pembelajaran, dan yang paling penting adalah sejauh mana murid menikmati proses belajar yang dijalaninya tersebut. Jadi setelah mempelajari modul ini pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan. Sebagai seorang guru mempunyai peran multifungsi, sebagai konselor, dia mendidik dan membimbing peserta didiknya dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang positif, serta memberikan solusi yang tepat dan tuntas dalam menyelesaikan masalah peserta didik. Selain itu juga memperhatikan karakter dan kondisi kejiwaan peserta didiknya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.
3. Kegiatan yang akan dilakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud adalah menerapkan Merdeka belajar yang berorientasi pada siswa atau peserta didik melalui pendekatan pendidikan yang holistik. Dari konsep pemikiran KHD tersebut, sebagai Implementasi Pembelajaran Budaya Lokal sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang harus diterapkan antara lain; penanaman nilai karakter seperti sebelum pembelajaran dimulai, kelas harus dibuat nyaman dengan penataan kelas yang menyenangkan dan bebas dari sampah serta merespon keinginan siswa belajar di kelas.
Satu hal positif dari pemikiran Ki hajar Dewantara yang akan diterapkan di kelas/ sekolah saya adalah menyenangi mengajar sebagai suatu profesi. Guru harus memahami peserta didik pengalaman, kemampuan dan prestasinya. Guru juga harus menyiapkan proses pembelajaran, mendorong peserta didik untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Guru juga harus memiliki banyak pengetahuan, inisiatif, kreatif dan inovatif.
Yang juga perlu diterapkan antara lain; penanaman nilai karakter seperti sebelum pembelajaran dimulai, kelas harus dibuat nyaman dengan penataan kelas yang menyenangkan dan bebas dari sampah serta merespon keinginan siswa belajar di kelas terbuka. Implementasi Pembelajaran dan proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah proses pembelajaran yang dilakukan bukan saja semata-mata agar anak bisa bersekolah, ujian hasilnya baik dan lain-lain tetapi juga suatu proses pembelajaran dan pekerjaan yang menjadikan anak bangsa menjemput peradaban itu yaitu perpaduan antara value substantif yang terkandung dalam nilai pendidikan dan kebudayaan
Sebagai seorang Guru, saya harus mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif untuk siswa, karena esensi dari sebuah pembelajaran adalah bagaimana membuat siswa belajar tentang banyak hal dan bukan saja tentang materi pelajaran, tapi sikap dan keterampilan. Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita sebuah arti dari pendidikan yang humanis, beliau juga mampu menciptakan konsep Sistem Among sebagi patokan guru dalam mendidik siswa, “Ing ngarso Sung Tolodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani” memiliki arti di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat dan di belakang memberi dorongan. Dari kalimat tersebut bahwa guru sepatutnya: Ing Ngarso Sung Tulodo, Memberi contoh yang baik kepada siswa, kita sering mendengar pepatah bahwa GURU adalah di gugu dan di tiru, hal ini memang benar bahwa setiap sikap yang dilakukan oleh guru akan dilihat, di contoh dan di aplikasikan oleh peserta didik dalam dirinya, bahkan dalam kurikulum 2013 guru wajib menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia, salah satu yang bisa guru lakukan adalah menjadi role model dalam pembelajaran, dan peran ini tidak akan bisa digantikan oleh siapapun.
Ing Madyo Mangun Karso, Guru mempengaruhi dan mengendalikan siswanya, maka guru haruslah bisa sedekat mungkin atau bisa menjadi “teman” dengan siswa tanpa menghilangkan kewibawaan sebagai seorang guru, dengan begini suasana belajar akan terbangun dengan kondusif; dan Tut Wuri Handayani, Guru menghargai dan mendorong potensi yang dimiliki siswa, maka guru harus bisa melihat keberagaman (tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik) yang dimiliki siswa.
Ketiga konsep ini saling terhubung dan mempunyai keterkaitan satu sama lain, jika ini diaplikasikan dalam mendidik siswa maka akan berdampak positif untuk generasi bangsa Indonesia mendatang. Jadilah pendidik yang professional ala Ki Hajar Dewantara
Terimakasih atas ilmunya, sangat menginspirasi untuk para CGP yang lain. Salam Guru Penggerak, Merdeka Belajar
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih banyak, salam Guru Penggerak
BalasHapus