Jumat, 13 November 2020

 


1.2.a.10. Koneksi Antar Materi - Nilai dan Peran Guru Penggerak

SINTESIS PENGETAHUAN

OLEH MASYKUR, S.Pd

Dahulu saya menganggap bahwa

1.      anak bagaikan kertas putih, yang dapat diisi sesuai keinginan guru

2.      Mendominasi pengajaran bahwa pengajaran yang saya lakukan ke peserta didik

 Setelah mempelajari filosofi Ki Hajar Dewantrara

1.      Anak bukan lagi seperti kertas kosong

Tuntutan kodrat anak selalu ingin merdeka sejak dari kandungan, menangis bila kehausan, hingga jiwa merdeka saat dewasa. Dari hal tersebut dapat saya pahami bahwasanya memandang anak sebagi kertas putih (kosong) itu adalah hal yang keliru.

Hal ini yang mengakibatkan proses pembelajaran pasif, karena memandang peserta didik hanya sebagai kertas putih (kosong) yang harus diisi. Olehnya itu sebagi seorang pendidik sudah saatnya merubah pandangan saya bahwa anak adalah sosok individu yang harus saya libatkan dalam proses pendidikan untuk dirinya sendiri. Dengan begitu saya dapat mendengarkan dan memperhatikan pendapat mereka serta menjadikannya sebuah hal penting dalam proses berjalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Guna mengantarkan anak selamat dan bahagia

2.      Memerdekakan pembelajaran

Dari kutipan tersebut sudah jelas bahwa saya sebagai pendidik bukan hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran di depan kelas. Tapi Guru juga harus memahami kodrat anak yang suka bermain difasilitasi dalam kegiatan belajar mengajar dengan muatan refreshing dan simulasi.

Sejalan dengan Tut Wuri Handayani, mengembangkan garis kodrat talenta dan minat peserta didik, sehingga peserta didik lebih aktif mencari tahu daripada pasif menanti untuk diberitahu..

Harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Guru Penggerak yaitu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistic agar mempunyai profil Pelajar Pancasila, menjadi mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi pendidikan.

Melalui Merdeka Belajar, siswa diharapkan menjadi seorang yang mandiri, berani, pintar bersosialisasi, sopan, beradab, dan berkompetensi. Peran guru penggerak sebagai agen perubahan yang dapat membawa dampak positif bagi peserta didik yaitu; (1) Menyelenggarakan proses belajar mengajar yang efektif dan  menyenangkan (2) Peserta didik yang difasilitasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya termasuk bakat dan minat yang dimiliki oleh peserta didik , (3) Sekolah mendesain fasilitas di sekolah seunik mungkin agar suasana belajar jadi menyenangkan. (4) Memberikan peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter.

Setelah kita mempelajari modul 1.2 maka kekuatan yang bisa diaplikasikan oleh guru penggerak adalah menumbuhkan sikap kemandirian, reflektif, kolaboratif, inovatif, keteladanan, dan berpihak pada peserta didik.

Saya nantinya sebagai seorang guru penggerak adalah

1.      Dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak

2.      Adanya perubahan nilai dalam diri saya sebagai seorang guru yang akan mendukung penguatan nilai guru penggerak.

Kekuatan yang saya ketahui dan saya miliki setelah berproses

1.      Diri saya termotivasi untuk tetap setia mengikuti Pendidikan Guru Penggerak

2.      Saya memiliki keinginan yang tinggi untuk mengimplementasikan hal baru yang saya peroleh dari Pendidikan Guru Penggerak

3.      Membangun kebersamaan dan berkolaborasi dalam menyelesaikan setiap persoalan yang saya temui dalam kelas

4.      Mampu mengimplementasikan profil Pelajar Pancasila

Dampak positif bagi peserta didik jika peran saya sebagai Guru Pengegrak dilaksanakan dengan baik adalah

1.      Tercapainya impian merdeka belajar dalam proses pembelajaran

2.      Terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna karena peserta didik berperan secara sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran.

3.      Terciptanya profil belajar pancasila

4.      Terciptanya rasa saling menghargai perbedaan karakter peserta didik

Kontribusi nyata dari kekuatan tersebut untuk berinovasi menyediakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik

1.      Menciptakan pola piker positif dalam menghadapi setiap tindakan yang ditujukan peserta didik

2.      Membagikan ilmu pengetahuan dan pengalaman baru yang saya peroleh dari Pendidikan Guru Penggerak kepada sekolah terutama kepada rekan guru dan peserta didik

3.      Menjadikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan menanamkan nilai—nilai positif agar dalam diri peserta didik tercipta rasa toleransi dan menghargai perbedaan diantara mereka.

4.      Memberikan reward (penghargaan)

5.      Selalu memberi dukungan kepada peserta didik untuk berkompetisi

6.      Membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk ikut aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler

Pengalaman belajar bermakna yang dapat saya berikan kepada peserta didik adalah

1.      Menjadikan diri saya sebagai teladan atau panutan bagi peserta didik agar peserta didik meniru hal-hal positif yang saya tunjukkan baik dari tutur  kata, sikap dan perilaku.

2.      Kegiatan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan akan saya laksanakan di dalam kelas agar kekuatan kodrat yang ada dalam diri peserta didik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

3.      Melakukan observasi, percobaan, dan eksplorasi

4.      Mendorong peserta didik untuk mengaplikasikan imajinasi yang dimilki misalnya melukiskan cita-citanya, membuat cerita bergambar, atau menuliskan karya mereka dalam bentuk puisi

5.      Menstimulasi peserta didik untuk berpikir alternatif, inovatif, dan kreatif (High Order Thinking Skill)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3.3.a.10 Rancangan Aksi Nyata

 LATAR BELAKANG Budaya literasi sekolah sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui literasi sekolah, cakrawala berpikir murid akan terbuka da...